Dua minggu sudah saya mengikuti kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #4, dan Alhamdulillah saya sudah banyak merasakan perubahan dalam diri saya dan keluarga, walaupun saya belum sepenuhnya konsisten dalam menjalankan cheklist ibu profesional yang saya buat. Apalagi kalau saya sudah konsisten ya, mungkin semakin besar perubahan yang akan dirasakan, semangat ☺
Oke, memasuki minggu ketiga ini artinya ada Nice Home Work yang harus dibuat dan diterapkan di rumah❤. Minggu ini nice home worknya adalah tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah".
Dari judulnya aja sudah tampak berat , hehe. Tapi ternyata konten dari membangun peradaban dari dalam rumah sungguh sangat luar biasa, selain isinya penuh cinta, kita juga bisa menggali potensi apa yang Allah berikan kepada kita, suami dan anak-anak kita.
"karena menikah itu tidak hanya melahirkan keturunan atau menyempurnakan agama kita saja tetapi lebih dari itu, kita dipertemukan suami kita, dipertemukan oleh anak-anak kita, salah satunya adalah untuk memahami apa sebenarnya peran spesifik keluarga kita di muka bumi ini " - Ibu Septi Peni Wulandari
Alhamdulillah saya sudah menikah dan dikarunia satu orang putri dan satu orang putra sebagai satu tim yang hebat.
✿Tugas pertama yang dilakukan dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah saya diminta untuk jatuh cinta kembali kepada suami # pipi berubah merah, dan membuat surat cinta untuk suami # pipi merah lagi. Surat cinta nya bukan surat cinta gombal anak abege yaa hihi, tapi surat cinta yang menjadikan saya memiliki " alasan kuat" bahwa suami layak menjadi ayah bagi anak-anak.
Setelah membaca tugas nomor satu ini, saya langsung ambil kertas dan pulpen, lalu kertasnya saya beri judul a Love Letter for My Lovely Husband ❤ setelah itu saya bingung mau nulis apa lagi,hahaha.
Sedang asyik konsen merangkai kata, tiba-tiba faiza datang dan bertanya "Ibu lagi nulis apa?", langsung saya tutup kertasnya #takut dibaca☺ lalu bilang " Ibu lagi menulis surat untuk ayah", dan putri saya pun ikut-ikutan menulis surat untuk ayahnya ❤
Karena ga konsen , akhirnya menulis surat pun dipending menunggu anak-anak tidur. Begitu mereka terlelap, langsung saya tulis surat cinta untuk suami.
Dan surat cinta itu pun berhasil selesai tepat waktu sebelum suami pulang. dan dilihat banyak kertas yang mesti dibuang karena sebelumnya banyak revisi, hehe.
Menjelang maghrib, saya pun menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Rencananya, setelah berbuka puasa dan shalat maghrib saya akan memberikan surat cinta untuk suami. Tak lama saya menerima whatsapp dari suami , " ayah lembur ya" "paling cepat pulang habis maghrib, sambil nunggu auditnya selesai "
Selesai membaca pesan dari suami, saya jadi gemes sendiri, karena sudah tidak sabar ingin melihat respon suami mendapat surat cinta dari istrinya, hihi
Akhirnya, suami pun pulang. Saya pun menunggu suami istirahat terlebih dahulu dan shalat tarawih. Sabaar..
Begitu waktu santai, saya serahkan surat cinta saya kepada suami. Dan saya tinggalkan suami saya untuk membacanya, sebenarnya malu sih #tutup mata.
Saya pun ke dapur untuk mencuci piring, dan tiba-tiba dari belakang ada yang memeluk erat, sambil bilang " terima kasih istriku " #pipi merona "ini bagian dari tugas IIP ya?" suami bertanya " iyaa ayah ", "alhamdulillah senang mendapat surat cinta dari istriku".
![]() |
| a love letter for my lovely husband |
![]() |
| surat cinta faiza untuk ayah dan ibu >3 |
Dan anak-anak dari ruang tamu menghampiri kami di dapur , melihat ayahnya memeluk ibunya, mereka pun berlari lalu memeluk kami berdua, Alhamdulillah.

✿Tugas kedua dalam membangun peradaban daridalam rumah adalah, menuliskan potensi dari anak-anak.
❤ Potensi Faiza Akmalunnisa (6 tahun 8 bulan)
Setelah melakukan finger print test, Faiza termasuk anak visual-kinestetik dengan gaya belajar affective learning. Potensi yang dimiliki faiza adalah
- Belajar lebih cepat dengan melihat gambar atau apa yang dilihat langsung,
- Senang menggambar dan menuliskan apa yang dia rasakan dan apa yang dia lihat
- Tertarik dan senang membuat karya, seperti menjahit kain flanel, membuat rumah-rumahan dari dus bekas,membuat kreasi dari kertas lipat, dll.
- Memiliki daya ingat yang kuat,
- Memiliki indra perasa dan penciuman yang kuat,
- Tidak bisa diam (artinya harus ada yang dilakukan, minimal menggambar)
❤ Potensi Muhammad Fadhlan Kamil (1 tahun 9 bulan)
- Senang bergerak aktif dan senang berlari,
- Senang bermain bola, melempar dan memasukkan bola ke dalam keranjang,
- Cepat belajar meniru kata, dan perilaku,
- Senang menyusun balok,
- Sudah mengerti perintah, misal membuang sampah pada tempatnya,
- Berinisiatif dalam membuang sampah sendiri, menyimpan mainan pada tempatnya (walau kadang-kadang masih menyimpan mainan dimana saja ☺).
✿Tugas ketiga dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah, melihat potensi diri sendiri, kemudian tengok kembali anak dan suami. Silahkan baca kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal dan potensi yang dimiliki.
❤ Potensi saya
- Belajar lebih cepat dengan melihat dan praktek,
- Mudah bersosialisasi dan cepat beradaptasi,
- Memiliki potensi untuk berwirausaha,
- Senang memasak.
Mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga ini dengan bekal dan potensi yang dimiliki adalah agar saya bersama suami dan anak-anak dapat bersama-sama membangun keluarga yang aktif dalam berkarya , sehingga karyanya dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak, Aamiin.
✿ Tugas keempat dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah, melihat lingkungan dimana saya tinggal, tantangan apa saja yang ada? adakah saya menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?
Tantangan yang saya hadapi di tempat saya tinggal adalah, masyarakat disini masih banyak yang mendidik anaknya dengan memarahi anaknya saat salah, membentak dan lain lain.
Jika menangkap maksud Allah mengapa saya ditempatkan disini, maka saya ingin mengajak mereka untuk mempelajari ilmu parenting, sehingga mereka bisa mendidik anak-anak mereka sesuai fitrahnya dan penuh kasih sayang.
![]() |
| sumber gambar : www.pinterest.com |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar