Minggu, 19 Maret 2017

Mendidik Anak di Era Digital















Era digital..
Iya zaman serba canggih, zaman dimana dunia berasa berada di dalam genggaman tangan, arus informasi sangat cepat dan mudah sekali untuk diperoleh, semua serba mudah dengan meningkatnya dunia teknologi.Banyak plus dan minus yang harus kita saring, karena tidak semua hal bernilai positif. 
Lalu bagaimana mendidik anak kita di era digital?
ini yang menjadi tantangan bagi saya dan suami sebagai orang tua. 

Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan ilmu dari Teh Nisa Nur'afifah (Ketua IIP Bandung) tentang bagaimana mendidik anak di era digital yang akan saya tulis resumenya disini.

Ada dua macam generasi, yaitu generasi BLAST vs BEST 
  1. Generasi BLAST (Bored, Lonely, Afraid/ Angry, Stressed,Tired). Generasi ini adalah generasi dengan anak-anak yang mudah bosan karena rutinitas yang monoton setiap harinya, merasa kesepian karena tidak ada teman bermain, merasa ketakutan dan mudah marah, merasa stress dengan kehidupannya, dan merasa lelah dengan rutinitasnya.
  2. Generasi BEST ( Behave, Empathic, Smart, Tough). Generasi ini adalah generasi dengan anak-anak yang santun, memiliki rasa empati, cerdas dalam arti bisa memaksimalkan apa yang dimiliki, dan tangguh dalam menghadapi segala sesuatu).
Tentu kita menginginkan anak-anak kita termasuk dalam generasi BEST bukan? iya saya juga mau :)

Lalu mendidik anak mulai dari mana? Mulai dari Rumah, karena mendidik anak adalah tugas orang tua, tugas ayah dan ibu sebagai a home team. Ayah sebagai kepala sekolah dan ibu sebagai guru bagi anak-anaknya. Samakan frekuensi dan visi misi ayah dan ibu untuk mendidik anak-anak dengan komunikasi produktif.

Tugas kepala sekolah (ayah)
  1. Menyamankan sekolah (membuat ibu nyaman)
  2. Menetapkan visi dan misi
  3. Menjalankan evaluasi
    (Ust.Bendri Jaisyurrahman)


Madrasah pertama adalah orang tua di rumah, sedangkan sekolah adalah madrasah kedua.

Ada 7 macam pilar pengasuhan menurut ibu Elly Risman, Psi.
  1. Kesiapan menjadi orang tua
  2. Dual parenting, yaitu keterlibatan ayah dan ibu
  3. Tujuan pengasuhan
  4. Komunikasi produktif
  5. Nilai agama oleh orang tua
  6. Persiapan masa baligh
  7. Bijak teknologi

1. Kesiapan menjadi orang tua
Ketika kita diamanahi sebagai orang tua, kita harus memiliki tanggung jawab yang penuh dalam mendidik anak, buat pengasuhan BBM atau Benar, Baik dan Menyenangkan.
Ayah dan ibu harus memiliki visi dan misi yang sama dalam mendidik anak, dan didiklah anak sesuai dengan zamannya.

" Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka di generasinya bukan pada zaman dimana engaku dididik " (Umar Bin Khattab)

Rasulullah pernah bersabda :
" Hormatilah anak-anakmu dan didiklah. Allah memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak berbakti kepadanya "

lalu ada yang bertanya kepada nabi, bagaimana cara membantu anakku sehingga dapat berbakti kepadaku?
Nabi pun menjawab, terimalah usahanya walaupun kecil, maafkanlah kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya (HR Abu Daud).

2. Dual Parenting
Dalam mendidik anak sangat perlu adanya keterlibatan ayah dan ibu. Karena tugas dan tanggung jawab itu bukan hanya tugas ibu. Sekarang ini banyak para ayah yang menganggap mendidik anak adalah tugas ibu,  frekuensi komunikasi ayah dan anak hanya beberapa jam saja atau bahkan beberapa menit saja dengan anak, dan itu pun hanya terbatas di jam saat pagi hari menjelang pergi kerja dan malam hari saat anak akan tidur. Sehingga kedekatan ayah dan anak sangat kurang, lalu muncul ' ayah ada berayah tiada' yang artinya ayah ada tetapi kehilangan sosok ayah.

Apa akibat ayah ada berayah tiada? akan muncul anak anak dengan temper tantrum, kehilangan rasa aman, fisik,emosi, dan psikologi buruk, mudah depresi, seks bebas, cenderung suka sejenis, rentan pear pressure (merasa tertekan dengan lingkungan sekitar), rentan cerai, bunuh diri, agresif, nakal,lebih agresif secara seksual, narkoba.
Karena kantung jiwa anak itu adalah ayah.

3. Tujuan Pengasuhan
Sebagai orang tua, satukan visi dan misi dalam mendidik anak. Anak kita mau dididik seperti apa? jika ingin menjadikannya anak sholeh/sholehah, harus seperti apa dan bagaimana? Jika kita menginginkan anak kita sholeh/sholehah maka kita harus menjadi orang tua yang sholeh/sholehah dulu. Disinilah sebagai orang tua perlu tazkiyatun nafs, karena mendidik fitrah anak itu berati mendidik fitrah diri sendiri

Tujuan pengasuhan, cetak anak untuk menjadi
  1. Hamba Allah yang bertaqwa
  2. Calon suami/istri
  3. Calon ayah/ibu yang baik
  4. Imuan/seorang profesional
  5. Pendidik istri dan anaknya
  6. Pengayom keluarga
  7. Manusia yang bermanfaat
Cetak anak laki-laki menjadi seorang pemimpin, dan cetak anak perempuan untuk mencetak generasi.


4. Komunikasi Produktif

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. An-Nisa :9)
Lakukan komunikasi produktif antara ayah dan ibu dengan tutur kata yang benar.

Komunikasi dengan diri sendiri : Mulailah dari diri sendiri,perbanyak afirmasi positif, ubah masalah menjadi tantangan susah menjadi menarik dan tidak tahu menjadi ayo cari tahu.

Komunikasi dengan pasangan : ikuti kaidah 2C (clear and clarity) susun kalimat dan jelas dan mudah difahami, choose the right time, kaidah 7-38-55 (aspek verbal-intonasi suara-bahasa tubuh), lakukan eye contact, dan I'm responsible for my communication result.

Komunikasi dengan anak : KISS,keep it short & simple ,intonasi &ramah, fokus kedepanm tidak bisa menjadi bisa, fokus ke solusi, pujian dan kritik yang jelas, nasihat-refleksi, fokus pada harapan, ubah interogasi menjadi observasi
Kita harus banyak membaca perasaan, dan ajarkan anak bagaimana cara mengatur perasaannya.

5. Nilai Agama oleh orang tua
Anak adalah amanah utama (titipan dari Allah). Ajarkan anak nilai agama langsung oleh orang tua.

6. Persiapan masa baligh
Siapkan masa baligh anak kita. Islam mengajarkan aqil dan baligh harus bersamaan.

7. Bijak teknologi
Bijaklah terhadap teknologi, atur waktu anak memakai gadget sebagai berikut

0-2 thn : no gadget
2-3 thn : 5-10 menit
5-7 thn : 10-20 menit
7-9 thn : 30 menit
9-12 thn : 60 menit
di atas itu sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan


Yang terakhir, dalam mendidik anak kita di era digital ini adalah the power of Do'a 


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".(QS. Al Mu'min: 60)
karena hakikat kita adalah berubah dan hak Allah yang mengubah. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sitsoichem. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us

www.facebook.com/sitisoidah