Senin, 19 Juni 2017

NHW#5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Learning How to Learn)

http://www.imgrum.org

Bismillahirrahmanirrahiim...
Dalam minggu ini, materinya adalah belajar bagaimana caranya belajar (Learning How To Learn), dan kita harus membuat design pembelajaran kita sendiri ☺

Apa itu design pembelajaran?
Design pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba, dan penilaian bahan serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. 
Ada beberapa metoda dalam design pembelajaran, seperti model ADDIE, model ASSURE, Model Dick and Carey, Model PSSI, Model AT dan T, Model Degeng, model Pengembagan Instruksional (MPI), Model Gerlach dan Ely, Model Kemp, Model ISD dan lain sebagainya.


Setelah mengenal beberapa metoda design pembelajaran, saya memilih metoda ADDIE, karena lebih sederhana dan mudah dalam melaksanakannya.

Model design pembelajaran ADDIE adalah model design pembelajaran yang menggunakan 5 tahap/langkah sederhana dalam pengaplikasiannya, 5 langkah tersebut adalah
  1. Analysis : Menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi anak didik.
  2. Design : Menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.
  3. Development : Memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.
  4. Implementation : Melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran
  5. Evaluation : Melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

Design pembelajaran ala saya terutama dalam belajar ilmu managemen waktu dan ilmu parenting

1. Analysis
untuk memulai design pembelajaran, saya akan memaparkan SWOT yang saya miliki
https://id.wikipedia.org
Strenght : Saya adalah orang yang senang belajar, mudah beradaptasi di lingkungan baru, lebih cepat belajar dengan melihat dan praktek.

Weakness : Saya memiliki kelemahan dalam memanagement waktu saya, semua hal dalam otak saya setiap harinya terasa penting, sehingga semua harus dilakukan dengan cepat dan rapih, namun terkadang saya jadi bingung sendiri dan akhirnya ada beberapa hal yang selesai dengan kurang sempurna.

Opportuniy : Dengan kesungguhan belajar yang saya miliki saya mampu belajar dengan cepat dan baik, keramahan saya membuat saya memiliki peluang memiliki teman banyak,  saya mengikuti komunitas parenting dimana saya berpeluang menimba ilmu yang banyak

Threats : Saya terkadang masih suka menunda, dan belum bisa disiplin dengan waktu saya.



2. Design

Metoda yang saya gunakan dalam mempelajari ilmu managemen waktu adalah
  • Menentukan skala prioritas,
  • Mengurangi aktivitas yang tidak penting,
  • Menyusun target yang akan dicapai dan melakukan evaluasi setiap bulan.

Metoda yang saya gunakan dalam mempelajari ilmu parenting adalah
  • Mengikuti komunitas parenting,
  • Mempraktekan ilmu parenting yang saya dapatkan,
  • Membuat program belajar untuk anak-anak di rumah,

3.Development

Program dan bahan ajar yang akan digunakan adalah
  • Setiap pagi menyusun kegiatan yang akan dilakukan dalam hari itu, kemudian membuat skala prioritas dengan angka (management waktu).
  • Membuat program belajar untuk anak-anak di rumah agar kedekatan antara ibu dengan anak bisa tumbuh dengan baik dan potensi anak-anak semakin berkembang, seperti

Faiza (Usia 6 tahun 8 bulan)
  1. Mengembangkan potensinya dalam menggambar dan mewarnai dengan cara mencarikan referensi gambar-gambar, memfasilitasi dengan buku gambar dan contoh gambar.
  2. Mengembangkan potensinya dalam membuat karya kreatif dengan cara membelikan buku karya seni dari kain flanel, mengajarinya dan menemaninya dalam membuat karya.
Fadhlan (Usia 1 tahun 9 bulan)

disadur dari buku Rumah Main Anak 1
  • Belajar ilmu parenting dari buku,salah satunya dari buku Islamic Parenting pendidikan anak metoda Nabi,
  • Belajar ilmu parenting dari ahlinya.
4. Implementation

Program akan dijalankan mulai hari ini tanggal 19 Juni 2017.


5. Evaluation

Program akan dievaluasi setiap bulan dengan menuliskan prestasi  yang sudah dicapai dan apa saja kekurangan yang dihadapi.


Minggu, 11 Juni 2017

Nice Homework #4 (Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah)



Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki minggu ke-4 kelas matrikulasi institut ibu profesional ☺ , dan sekarang sudah mau memasuki minggu ke-5 dan saya belum setor NHW ✌.

Akhirnya saya bertekad bangun jam setengah 3 pagi untuk mengerjakan NHW, agar bisa konsentrasi mengerjakan tugasnya ☺.

Bismillah, mari kita mulai........

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saya tetap memilih ilmu manajemen waktu sebagai ilmu yang ingin ditekuni di Universitas kehidupan ini, dan saya ingin menambahkan ilmu manajemen diri, sehingga manajemen waktu dapat berjalan dengan baik.
Karena menurut suami saya, jika diri sendiri belum termanage dengan baik, bagaimana kita bisa memanajeman waktu kita dengan baik.

Selain itu saya juga ingin mendalami ilmu parenting, karena setelah melakukan checklist harian, saya menyadari bahwa sebagai orang tua kita perlu ilmu parenting untuk mendidik anak-anak , sehingga anak-anak bisa menjadi anak-anak sholeh/sholehah.


b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Alhamdulillah sebagian checklist harian saya sudah mulai berjalan konsisten, namun ada sebagian yang belum konsisten dilakukan. 


b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Setelah merenungi NHW#3, Allah menciptakan saya di muka bumi ini adalah untuk menjadi ibu dan istri yang baik bagi anak-anak saya. Dengan ilmu manajemen waktu, saya bisa memaksimalkan waktu saya membersamai anak-anak tumbuh berkembang sesuai dengan fitrahnya, dan memaksimalkan waktu saya menjadi pribadi dan istri yang baik 
Maka bidang yang ingin saya kuasai adalah pendidikan ibu dan anak dengan waktu yang termanage dengan baik.


c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.


1. Bunda Sayang : Ilmu parenting
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 


d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang dan pendidikan berbasis Fitrah pada anak

KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan ( Istiqomah dan konsisten dalam menjalankan checklist harian sebagai individu, istri dan ibu)

KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif ( Belajar marketing)

KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha


e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Alhamdulillah, waktu-waktunya sudah saya masukkan.


f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismilahirahmanirrahiim, yes i can do it ☺

Sabtu, 03 Juni 2017

Nice Home Work #3 ( Membangun Peradaban dari Dalam Rumah)






Dua minggu sudah saya mengikuti kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #4, dan Alhamdulillah saya sudah banyak merasakan perubahan dalam diri saya dan keluarga, walaupun saya belum sepenuhnya konsisten dalam menjalankan cheklist ibu profesional yang saya buat. Apalagi kalau saya sudah konsisten ya, mungkin semakin besar perubahan yang akan dirasakan, semangat ☺

Oke, memasuki minggu ketiga ini artinya ada Nice Home Work yang harus dibuat dan diterapkan di rumah❤. Minggu ini nice home worknya adalah tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah".
Dari judulnya aja sudah tampak berat , hehe. Tapi ternyata konten dari membangun peradaban dari dalam rumah sungguh sangat luar biasa, selain isinya penuh cinta, kita juga bisa menggali potensi apa yang Allah berikan kepada kita, suami dan anak-anak kita.

"karena menikah itu tidak hanya melahirkan keturunan atau menyempurnakan agama kita saja tetapi lebih dari itu,  kita dipertemukan suami kita, dipertemukan oleh anak-anak kita, salah satunya adalah untuk memahami apa sebenarnya peran spesifik keluarga kita di muka bumi ini " - Ibu Septi Peni Wulandari

Alhamdulillah saya sudah menikah dan dikarunia satu orang putri dan satu orang putra sebagai satu tim yang hebat.

✿Tugas pertama yang dilakukan dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah saya diminta untuk jatuh cinta kembali kepada suami # pipi berubah merah, dan membuat surat cinta untuk suami # pipi merah lagi. Surat cinta nya bukan surat cinta gombal anak abege yaa hihi, tapi surat cinta yang menjadikan saya memiliki " alasan kuat" bahwa suami layak menjadi ayah bagi anak-anak.

Setelah membaca tugas nomor satu ini,  saya langsung ambil kertas dan pulpen, lalu kertasnya saya beri judul a Love Letter for My Lovely Husband ❤  setelah itu saya bingung mau nulis apa lagi,hahaha. 
Sedang asyik konsen merangkai kata, tiba-tiba faiza datang dan bertanya "Ibu lagi nulis apa?", langsung saya tutup kertasnya #takut dibaca☺ lalu bilang " Ibu lagi menulis surat untuk ayah", dan putri saya pun ikut-ikutan menulis surat untuk ayahnya ❤ 
Karena ga konsen , akhirnya menulis surat pun dipending menunggu anak-anak tidur. Begitu mereka terlelap, langsung saya tulis surat cinta untuk suami.
Dan surat cinta itu pun berhasil selesai tepat waktu sebelum suami pulang. dan dilihat banyak kertas yang mesti dibuang karena sebelumnya banyak revisi, hehe.

Menjelang maghrib, saya pun menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Rencananya, setelah berbuka puasa dan shalat maghrib saya akan memberikan surat cinta untuk suami. Tak lama saya menerima whatsapp dari suami , " ayah lembur ya" "paling cepat pulang habis maghrib, sambil nunggu auditnya selesai " 
Selesai membaca pesan dari suami, saya jadi gemes sendiri, karena sudah tidak sabar ingin melihat respon suami mendapat surat cinta dari istrinya, hihi

Akhirnya, suami pun pulang. Saya pun menunggu suami istirahat terlebih dahulu dan shalat tarawih. Sabaar..
Begitu waktu santai, saya serahkan surat cinta saya kepada suami. Dan saya tinggalkan suami saya untuk membacanya, sebenarnya malu sih #tutup mata.
Saya pun ke dapur untuk mencuci piring, dan tiba-tiba dari belakang ada yang memeluk erat, sambil bilang " terima kasih istriku " #pipi merona "ini bagian dari tugas IIP ya?" suami bertanya " iyaa ayah ", "alhamdulillah senang mendapat surat cinta dari istriku".
a love letter for my lovely husband

surat cinta faiza untuk ayah dan ibu >3

Dan anak-anak dari ruang tamu menghampiri kami di dapur , melihat ayahnya memeluk ibunya, mereka pun berlari lalu memeluk kami berdua, Alhamdulillah.

Related image

✿Tugas kedua dalam membangun peradaban daridalam rumah adalah, menuliskan potensi dari anak-anak.

❤ Potensi Faiza Akmalunnisa (6 tahun 8 bulan)
Setelah melakukan finger print test, Faiza termasuk anak visual-kinestetik dengan gaya belajar affective learning. Potensi yang dimiliki faiza adalah
  1. Belajar lebih cepat dengan melihat gambar atau apa yang dilihat langsung,
  2. Senang menggambar dan menuliskan apa yang dia rasakan dan apa yang dia lihat
  3. Tertarik dan senang membuat karya, seperti menjahit kain flanel, membuat rumah-rumahan dari dus bekas,membuat kreasi dari kertas lipat, dll.
  4. Memiliki daya ingat yang kuat,
  5. Memiliki indra perasa dan penciuman yang kuat,
  6. Tidak bisa diam (artinya harus ada yang dilakukan, minimal menggambar)

❤ Potensi Muhammad Fadhlan Kamil (1 tahun 9 bulan)
  1. Senang bergerak aktif dan senang berlari,
  2. Senang bermain bola, melempar dan memasukkan bola ke dalam keranjang,
  3. Cepat belajar meniru kata, dan perilaku,
  4. Senang menyusun balok,
  5. Sudah mengerti perintah, misal membuang sampah pada tempatnya,
  6. Berinisiatif dalam membuang sampah sendiri, menyimpan mainan pada tempatnya (walau kadang-kadang masih menyimpan mainan dimana saja ☺).
✿Tugas ketiga dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah, melihat potensi diri sendiri, kemudian tengok kembali anak dan suami. Silahkan baca kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal dan potensi yang dimiliki.
❤ Potensi saya
  1. Belajar lebih cepat dengan melihat dan praktek,
  2. Mudah bersosialisasi dan cepat beradaptasi,
  3. Memiliki potensi untuk berwirausaha,
  4. Senang memasak.
Mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga ini dengan bekal dan potensi yang dimiliki adalah agar saya bersama suami dan anak-anak dapat bersama-sama membangun keluarga yang aktif dalam berkarya , sehingga karyanya dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak, Aamiin.

✿ Tugas keempat dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah, melihat lingkungan dimana saya tinggal, tantangan apa saja yang ada? adakah saya menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?
Tantangan yang saya hadapi di tempat saya tinggal adalah, masyarakat disini masih banyak yang mendidik anaknya dengan memarahi anaknya saat salah, membentak dan lain lain.
Jika menangkap maksud Allah mengapa saya ditempatkan disini, maka saya ingin mengajak mereka untuk mempelajari ilmu parenting, sehingga mereka bisa mendidik anak-anak mereka sesuai fitrahnya dan penuh kasih sayang.

Related image
sumber gambar : www.pinterest.com
sitsoichem. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us

www.facebook.com/sitisoidah