![]() |
| http://www.imgrum.org |
Bismillahirrahmanirrahiim...
Dalam minggu ini, materinya adalah belajar bagaimana caranya belajar (Learning How To Learn), dan kita harus membuat design pembelajaran kita sendiri ☺
Apa itu design pembelajaran?
Design pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba, dan penilaian bahan serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.
Ada beberapa metoda dalam design pembelajaran, seperti model ADDIE, model ASSURE, Model Dick and Carey, Model PSSI, Model AT dan T, Model Degeng, model Pengembagan Instruksional (MPI), Model Gerlach dan Ely, Model Kemp, Model ISD dan lain sebagainya.
Setelah mengenal beberapa metoda design pembelajaran, saya memilih metoda ADDIE, karena lebih sederhana dan mudah dalam melaksanakannya.
Model design pembelajaran ADDIE adalah model design pembelajaran yang menggunakan 5 tahap/langkah sederhana dalam pengaplikasiannya, 5 langkah tersebut adalah
- Analysis : Menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi anak didik.
- Design : Menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.
- Development : Memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.
- Implementation : Melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran
- Evaluation : Melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.
Design pembelajaran ala saya terutama dalam belajar ilmu managemen waktu dan ilmu parenting
1. Analysis
untuk memulai design pembelajaran, saya akan memaparkan SWOT yang saya miliki
![]() |
| https://id.wikipedia.org |
Strenght : Saya adalah orang yang senang belajar, mudah beradaptasi di lingkungan baru, lebih cepat belajar dengan melihat dan praktek.
Weakness : Saya memiliki kelemahan dalam memanagement waktu saya, semua hal dalam otak saya setiap harinya terasa penting, sehingga semua harus dilakukan dengan cepat dan rapih, namun terkadang saya jadi bingung sendiri dan akhirnya ada beberapa hal yang selesai dengan kurang sempurna.
Opportuniy : Dengan kesungguhan belajar yang saya miliki saya mampu belajar dengan cepat dan baik, keramahan saya membuat saya memiliki peluang memiliki teman banyak, saya mengikuti komunitas parenting dimana saya berpeluang menimba ilmu yang banyak
Threats : Saya terkadang masih suka menunda, dan belum bisa disiplin dengan waktu saya.
2. Design
Metoda yang saya gunakan dalam mempelajari ilmu managemen waktu adalah
- Menentukan skala prioritas,
- Mengurangi aktivitas yang tidak penting,
- Menyusun target yang akan dicapai dan melakukan evaluasi setiap bulan.
Metoda yang saya gunakan dalam mempelajari ilmu parenting adalah
- Mengikuti komunitas parenting,
- Mempraktekan ilmu parenting yang saya dapatkan,
- Membuat program belajar untuk anak-anak di rumah,
3.Development
Program dan bahan ajar yang akan digunakan adalah
- Setiap pagi menyusun kegiatan yang akan dilakukan dalam hari itu, kemudian membuat skala prioritas dengan angka (management waktu).
- Membuat program belajar untuk anak-anak di rumah agar kedekatan antara ibu dengan anak bisa tumbuh dengan baik dan potensi anak-anak semakin berkembang, seperti
Faiza (Usia 6 tahun 8 bulan)
- Mengembangkan potensinya dalam menggambar dan mewarnai dengan cara mencarikan referensi gambar-gambar, memfasilitasi dengan buku gambar dan contoh gambar.
- Mengembangkan potensinya dalam membuat karya kreatif dengan cara membelikan buku karya seni dari kain flanel, mengajarinya dan menemaninya dalam membuat karya.
Fadhlan (Usia 1 tahun 9 bulan)
![]() |
| disadur dari buku Rumah Main Anak 1 |
- Belajar ilmu parenting dari buku,salah satunya dari buku Islamic Parenting pendidikan anak metoda Nabi,
- Belajar ilmu parenting dari ahlinya.
4. Implementation
Program akan dijalankan mulai hari ini tanggal 19 Juni 2017.
5. Evaluation
Program akan dievaluasi setiap bulan dengan menuliskan prestasi yang sudah dicapai dan apa saja kekurangan yang dihadapi.







